Kamis, 22 Mei 2014

Bale Bale Orang Tidur Nyenyak, Rejeki Linda Makin Banyak

Itulah yang terjadi, bila banyak orang membeli produk Bale Bale milik Linda. Bisnis bantal,guling dan selimut ini beromset minimal Rp 300 juta/bulan. Untuk memberi kesempatan masyarakat ikut menikmati empuknya bisnis ini tersedia penawaran jadi reseller atau agen.

Teks & Foto : Teguh

1773.jpg 



Beberapa produk unggulan Bale-Bale
Pangsa pasar produk ini amat luas.  Siapapun orangnya pasti membutuhkan sprei, bantal, guling dan selimut. Peluang inilah yang ditangkap Linda, pengusaha aneka perlengkapan  tidur dari Jakarta Timur.  Senjata yang digunakan untuk menggeluti  usaha ini, tak lain kreativitas dan inovasi.  Dari  tangannya muncul  bantal sekaligus selimut (balmut),  guling yang selimut (gulmut) serta bamut thrree in one.  Yakni bantal yang bisa digunakan sebagai selimut, sekaligus sleeping bag atau kantung tidur.

www.perintisilmu.blogspot.com

Mulai dari  sprei berkaret
Linda menekuni usaha ini sejak 27 April 2005.  Sebelumnya saat masih jadi karyawan di sebuah bank swasta,  ia sudah mencoba-coba membuat selimut modifikasi.  Salah satu desain perdananya berupa sprei  yang dilengkapi dengan karet mengelilingi pinggirnya.   Mengapa? Karena menurut pengamatannya  sprei  yang dijual selama ini hanya diberi karet di tiap sudut  saja.  Jadi kurang kuat dan mudah lepas.  Dari hasil eksplorasi atas bermacam perlengkapan tidur  akhirnya dibuatlah  ketika macam produk di atas.  Terbukti, bamut, gulmut dan produk terbarunya yaitu bamut three in one banyak diminati konsumen.

Melihat tanggapan pasar yang bagus, akhirnya Linda berkonsentrasi pada usaha  perlengkapantidur ini dan meninggalkan statusnya sebagai karyawan. Langkah awalnya, Linda mendirikan sebuah outlet sprei  di Jakarta Timur.  “Belum ada kan outlet khusus sprei.  Bermula dari outlet tersebut akhirnya produk kami bisa merambah ke seluruh Indonesia,” tutur Tutik manajer Bale Bale.  Pemasarannya dimulai dari  teman, saudara, bekerjasama dengan media massa.  Upaya branding tersebut berhasil.  Banyak konsumen yang berdatangan ke outlet.

www.hasilgadingindah.blogspot.com


Reseller, agen,  dan frachise
Untuk memperluas jaringan serta cakupan pemasaran, Linda memulai dengan metode kemitraan.  Setiap orang yang tertarik ikut menjual disarankan memulai sebagai reseller.  Minimal pembelian 3 buah produk.  Calon reseller tersebut  diberi kemudahan bisa meretur barang yang mereka beli bila merasa kesulitan menjual.  “Syaratnya kondisi produk yang dikembalikan  masih dalam keadaan baik.  Mereka bisa memilih, meminta uang kembali atau ditukar dengan produk lain,” imbuh Tutik.  Retur dapat dilakukan dengan jangka waktu 3 bulan setelah pembelian.

http://cakning.com



Setelah 1 tahun berjalan, ternyata peminat sebagai reseller semakin tinggi.  Bale Bale kemudian menawarkan model kemitraan yang lain yaitu sebagai agen dan pada tahun 2006, model usaha waralaba mulai ditawarkan.  Franchisee yang pertama kali bergabung yaitu perwakilan Bale Bale yang berlokasi di Tambun, Bekasi dan disusul franchisee di Depok, Jawa Barat. Saat ini Bale Bale  memiliki 14  franchisee  tersebar di  Jabodetabek,  Yogyakarta, Lampung, Lombok, Bukittinggi, Malang, Pakanbaru , Banjarmasin, dan Palembang.
Meskipun demikian,  pemasaran dengan sistim waralaba ini tidak membuat Linda menjadi terlalu bernafsu.  Setiap kota cukup satu franchisee.  Namun  sang franchisee diberi hak  merekrut agen-agen apau reseller sebanyak-banyaknya di kota masing-masing.  Dengan cara seperti ini, Bale Bale dapat menghindari terjadinya perbenturan dan perebutan daerah antara franchisee.  Selain itu, menurut Tutik, cara pemasaran seperti ini lebih cocok untuk memasarkan produk secara masal.
Melalui cara pemasaran waralaba seperti ini Bale Bale berhasil mendapat omzet sebesar Rp 300 - 500 juta / bulan.  Setiap bulan Bale Bale menghasilkan sekitar 7000 unit.  Untuk mengelola usaha sebsar itu dibantu oleh karyawan sebanyak 30 orang.




www.rizkymekarjaya.blogspot.com
  www.FormulaSejahtera.blogspot.com

Tutorial Cara Memulai Proses Pendaftaran MMM Indonesia,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar